Jumat, 23 April 2010

Ciri-Ciri Remaja yang Mengalami Pubertas

PUBERTAS pada remaja ditandai dengan ciri-ciri seks sekunder. Tapi sebelumnya mari kita ketahui, apa itu pubertas? Pubertas merupakan suatu tanda alamiah yang menunjukkan bahwa se-orang remaja laki-laki atau perempuan memiliki organ seksual yang siap bereproduksi untuk per-tama kalinya. Pada laki-laki, pubertas biasanya terjadi pada usia 12-16 tahun. Sedangkan puber-tas pada anak perempuan biasanya terjadi lebih cepat, sekitar usia 11-14 tahun. Ada beberapa perubahan yang banyak dialami baik oleh laki-laki maupun perempuan, dan hal ini cukup meng-ganggu. Seperti jerawat, minyak pada kulit, dan bertambahnya produksi keringat. Hal ini disebab-kan oleh kelenjar minyak yang bertumbuh selama masa puber. Namun ada beberapa perbedaan antara pubertas pada remaja laki-laki dan pubertas pada remaja perempuan. Berikut penjelasan-nya.
Pada remaja laki-laki, ciri-ciri seks sekunder dapat berupa suara yang menjadi besar, tumb-uhnya kumis, jambang, jakun, serta rambut pada ketiak dan daerah kemaluan, otot-otot mulai membesar (kekar), dada yang tampak lapang, bertambahnya ukuran testis dan penis. Selain itu, remaja laki-laki akan mengalami proses pembentukan sperma atau sel kelamin yang disebut spermatogenesis. Spermatogenesis terjadi di dalam testis (buah zakar). Hal ini menunjukkan bahwa testis pada laki-laki telah berfungsi dengan sempurna.

a diagram showing the different stages of purberty in boys
Beberapa gambar di atas merupakan contoh perubahan ciri-ciri laki-laki yang telah mengalami pubertas.

Sama halnya dengan laki-laki, remaja perempuan juga mengalami ciri-ciri seks sekunder, bahkan terjadi lebuh cepat dibandingkan dengan laki-laki. Ciri-ciri seks sekunder pada perempuan ditandai dengan membesarnya payudara dan pinggul, tumbuh rambut di ketiak dan daerah kemaluan, serta kulit yang lebih halus. Pada remaja perempuan, pubertas juga ditandai dengan menstruasi (haid) yang pertama yang disebut juga menarche. Pada saat ini, perempuan telah mengalami oogenesis, yaitu proses pembentukan ovum (sel telur) atau sel kelamin perempuan. Oogenesis terjadi di dalam ovarium (indung telur). Menstruasi menunjukkan bahwa sistem reproduksi pada perempuan telah berfungsi dengan normal. Untuk lebih jelasnya, mari lihat gambar di bawah ini.


Menstruasi atau haid adalah pendarahan secara periodik dari rahim (uterus) dengan disertai meluruhnya endometrium (dinding rahim bagian dalam) melalui vagina (alat kelamin luar perempuan). Menstruasi terjadi akibat sel telur yang tidak dibuahi oleh sperma. Bila sel telur dibuahi oleh sperma, maka akan terjadi kehamilan, dan tidak akan terjadi haid. Lamanya menstruasi biasanya antara 2-7 hari. Seorang perempuan tidak mengalami menstruasi lagi pada usia sekitar 40-50 tahun. Masa ini disebut juga dengan menopause. Ini berarti bahwa ovarium pada wanita tersebut sudah tidak menghasilkan ovum lagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar